Rabu, 17 Oktober 2018

EFEKTIVITAS MODEL KUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS


EFEKTIVITAS MODEL KUANTUM DALAM PEMBELAJARAN SAINS

            Pada pembelajaran sains yang dilakukan di sekolah menuntut guru untuk menekankan Student Center (berpusat pada peserta didik) dimana guru bertindak sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Banyak strategi, metode dan model yang bisa digunakan oleh guru untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dari suatu pembelajaran sains. Pada awal tahun 2010 mulai banyak guru yang menggunakan model-model yang memiliki inovasi salah satunya seperti model Kuantum.
A.      MODEL KUANTUM
1.      Sejarah Singkat
Quantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Quantum learning ini berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apapun memberikan sugesti positif atau negatif.
Tokoh utama di balik Quantum Learning adalah Bobbi DePorter. Dia perintis, pencetus dan pengembang utama Quantum Learning. Sejak tahun 1982 DePorter mematangkan dan mengembangkan gagasan Quantum Learning di SuperCamp. Dengan dibantu oleh teman-temannya, terutama Eric Jansen, Greg Simmons, Mike Hernacki, Mark Reardon dan Sarah Singer Nouric, DePorter secara terprogram dan terencana mengujicoba gagasan-gagasan Quantum Learning kepada para remaja di SuperCamp salama tahuan awal 1980-an.  DePorter menjelaskan bahwa metode ini dibangun berdasarkan pengalaman dan penelitian terhadap 2.500 siswa dan sinergi pendapat ratusan guru di SupeCamp. Prinsip-prinsip dan metode-metode Quantum Learning ini dibentuk di SuperCamp.
Pada tahap awal perkembangannya, Quantum Learning dimaksudkan untuk membantu meningkatkan  keberhasilan hidup dan karier para remaja dirumah tetapi lama kelamaan orang menginginkan DePorter untuk mengadakan program-program Quantum Learning bagi orang tua siswa. Hal ini menunjukkan bahwa falsafah dan metodologi pembelajaran yang bersifat umum, tidak secara khusus diperuntukkan bagi pengajaran di sekolah.
Quantum Learning secara sederhana bertujuan untuk:
·  Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif
·  Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan
·  Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak
·  Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir
·     Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran
2.      Pengertian
Quantum Learning  adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat” (Deporter, dkk, 2011).Dengan demikian, pembelajaran kuantum dapat dikatakan sebagai model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan peserta didik.
Pembelajaran quantum merupakan model pembelajaran yang menyenangkan serta menyertakan segala dinamika yang menunjang keberhasilan pembelajaran itu sendiri dan segala keterkaitan, perbedaan, interaksi serta aspek-aspek yang dapat memaksimalkan momentum untuk belajar. Menurut Deporter, ddk (2010), pembelajaran quantum hampir sama dengan sebuah simfoni yang di dalamnya banyak unsur yang menjadi faktor pengalaman yang mewarnai hasil akhir yang indah. 
Wena dalam Triyani (2014) menjelaskan bahwa unsur di dalam model pembelajaran quantum dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu konteks dan isi. Kategori konteks meliputi lingkungan yang mendukung, suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh, dan rancangan belajar yang dinamis. Sedangkan kategori konteks meliputi penyajian yang prima dan fasilitas yang memadai.  
3.      Langkah-langkah pembelajaran Quantum
Langkah-langkah dari pembelajaran Quantum:
1. Pengkondisian awal
Tahap ini dimaksudkan untuk menyiapkan mental siswa mengenai model       pembelajaran kuantum yang menuntut keterlibatan aktif siswa. Melalui pengkondisianawal akan memungkinkan dilaksanakannya proses pembelajaran yang lebih baik.      Kegiatan yang dilakukan dalam pengkondisian awal meliputi: penumbuhan rasa         percaya diri siswa, motivasi diri, menjalin hubungan, dan keterampilan belajar.

2. Penyusunan rancangan pembelajaran
Tahap ini sama artinya dengan dengan tahap persiapan dalam pembelajaran biasa. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah penyiapan alat dan pendukung lainnya, penentuan kegiatan selama proses belajar mengajar, dan penyusunan evaluasi.

3. Pelaksanaan metode pembelajaran kuantum
Tahap ini merupakan inti penerapan model pembelajaran kuantum. Kegiatan dalam tahap ini meliputi T-A-N-D-U-R
 1) Penumbuhan minat (T= Tumbuhkan minat)
Dalam tahap ini, guru berperan penting dalam menumbuhkan minat belajar peserta didiknya, agar nantinya dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dari diri siswa sehingga mampu meningkatkan minat belajar dari peserta didik tersebut. Penumbuhan minat siswa untuk belajar dilakukan dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yaitu mengkondisikan suasana kelas lebih rileks tetapi serius. Dapat dilakukan   dengan cara rolling tempat duduk setiap pertemuan, penempelan gambar-gambar, penampilan video (baik yang sesuai dengan materi maupun video lain untuk menumbuhkan minat dan motivasi siswa), dsb.

2) Pemberian pengalaman umum (A= Alami)
Pada langkah ini guru memberikan kesempatan siswa untuk menceritakan pengalaman yang telah siswa alami terkait dengan materi yang akan diajarkan, sehingga ada motivasi dari siswa yang pernah mengenal materi tsb untuk lebih mengembangkan pengalamannya juga bagi yang sama sekali belum pernah mengenal menjadi lebih tertarik dan tertantang untuk mempelajarinya. Selain itu guru memberikan tugas mandiri kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari dengan harapan siswa telah mempunyai pengalaman sebelum mengikuti pelajaran.

3) Penamaan atau penyajian materi  (N= Namai)
Pada kegiatan ini guru menyampaikan materi yang akan dipelajari secara lengkap setelah siswa menceritakan pengalaman yang telah didapat, sehingga dalam penamaan siswa telah memiliki bekal dan penguasaan materi oleh siswa dapat lebih maksimal. Untuk menghindari kebosanan dan untuk menggali kemampuan siswa, dalam penyajian materi guru menggunakan metode ceramah bermakna dan guru hanya sebagai fasilitator

4) Demonstrasi pengetahuan siswa (D = Demonstrasi)
Demonstrasi dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil tugas mandiri yang telah diberikan oleh guru sebelumnya, baik kepada teman kelompoknya maupun kepada seluruh siswa. Dengan cara ini, diharapkan rasa percaya diri siswa lebih meningkat karena diberi kesempatan untuk menunjukkan “hasil karyanya” (hasil tugas mandiri).

5) Pengulangan yang dilakukan oleh siswa (U = Ulangi)
Pengulangan dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulas kembali materi yang telah disampaikan oleh guru, caranya dengan bercerita kepada teman kelompoknya, maupun kepada seluruh siswa. Dengan demikian siswa yang tidak memperhatikan guru saat mengajar dapat dihindari, karena setelah guru memberikan materi maka guru akan menunjuk salah seorang siswa untuk menjelaskan kembali materi yang telah diberikan dengan penjelasan atau dengan mempraktekan langsung.

6) Perayaan atas usaha siswa (R = Rayakan)
Perayaan merupakan salah satu bentuk motivasi yang dilakukan oleh guru dengan memberikan pujian kepada siswa yang berhasil maupun yang tidak berhasil menjawab pertanyaan dan tidak secara langsung menyalahkan jawaban siswa yang kurang tepat, selain itu perayaan dilakukan dengan melakukan tepuk tangan bersama-sama ketika jam pelajaran berakhir. Kondisi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar. Begitu pula jika ada yang tidak berhasil juga diberikan pujian atas usaha yang dilakukan agar tidak patah semangat dan lebih giat lagi berlatih.

4. Evaluasi
Evaluasi dilaksanakan terhadap proses dan produk untuk melihat keefektifan model pembelajaran yang digunakan. 
4.      Keunggulan Model Quantum Learning
Kelebihan model quantum:
1. Dapat membimbing peserta didik kearah berpikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama.
2. Karena lebih melibatkan siswa, saat proses pembelajaran perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti.
3. Karena gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.
4. Proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
5. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyelesuaikan antar teori dengan kenyataan, dan dapat mencoba melakukannya sendiri.
6. Karena membutuhkan kreatifitas dari seorang guru untuk merangsang keinginan bawaan siswa untuk berfikir kreatif setiap harinya.
7. Pelajaran yang diberikan oleh guru mudah diterima atau dimengerti oleh siswa.

PERTANYAAN:
1.      Apakah dengan model Quantum semua pelajaran bisa menggunakannya?
2.      Bagaimana dengan pengaruh gaya belajar anak terhadap model pembelajaran ini?
3.      Bagaimana menurut Anda tentang penggunaan model Quantum dikelas? Apa model ini memiliki efektivitas dan efisiensi selama proses pembelajaran berlangsung?


Sumber:

19 komentar:

  1. sesuia dgan pengertiannya : Quantum Learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. menurut saya model ini dapat digunakan pada semua pelajaran.

    BalasHapus
  2. Ya. Menurut saya bisa d gunakan d semua oelajaran. Gmhanya saja guru mnecocokkan materi yg akan d ajarkan. Terimakasih

    BalasHapus
  3. saya akan menanggapi pertanyaan no 1 tentang model Quantum bisa digunakan di semua pelajaran tergantung materi yang diajarakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sependapat dengan saudari rahayu. Tinggal guru lagi yang menyesuaikan dengan materi pelajaran. Terima kasih

      Hapus
    2. Berarti kembali lagi pada materinya ya cocok atau tidak.

      Hapus
    3. Terimakasih saudara rohana

      Hapus
  4. saya akan mmenanggapi pertanyaan nomor 2
    gaya belajar berpengaruh terhadap keberhasilan suatu pembelajaran. akantetapi pembelajaran yang menyenangkan dan dapat meningkatkan aktifitas siswa maka pembelajaran akan tetap efektif

    BalasHapus
  5. Terima kasih, atas artikelnya. Ulasan dari teman2 juga sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. untuk no 1 bisa. tergantung guru saat menerapkannya dan harus menyesuaiakan dengan materi pelajaran

    BalasHapus
  7. Saya rasa untuk model pembelajaran quantum bisa digunakan untuk semua pelajaran tetapi harus juga disesuaikan dengan materi yang bersangkutan.

    BalasHapus
  8. Saya rasa untuk model pembelajaran quantum bisa digunakan untuk semua pelajaran tetapi harus juga disesuaikan dengan materi yang bersangkutan.

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum kk febby.
    Disini wilda ingin menanggapi nomor 3.
    Manfaat yang diperoleh dari quantum learning adalah :

    Sikap positif
    Motivasi
    Ketrampilan belajar seumur hidup
    Kepercayaan diri
    Sukses. Jadi menurut sy sngat efisien jika di terapkan pada pembelajaran. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam
      Terimakasih dek wilda

      Banyak hal positif dari model ini

      Hapus