Rabu, 17 Oktober 2018

SISTEM PENILAIAN PADA PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA

SISTEM PENILAIAN PADA PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA

Penilaian atau assessment merupakan salah satu bagian dari proses pembelajaran. Penilaian meliputi pengumpulan informasi melalui berbagai teknik penilaian dan membuat keputusan berdasar hasil penilaian tersebut.
Penilaian memberi informasi pada guru tentang prestasi siswa terkait dengan tujuan pembelajaran. Dengan informasi ini, guru membuat keputusan berdasar hasil penilaian mengenai apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan metode pembelajaran dan memperkuat proses belajar siswa. Penilaian mengukur seberapa jauh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah dicapai oleh siswa. Selain melengkapi proses belajar mengajar, penilaian juga memberi umpan balik formatif dan sumatif pada guru, siswa, sekolah dan orang tua siswa.
Pada Kurikulum 2013, penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), semua aspek penilaian meliputi : pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA; keterampilan dan proses; dan  karakter dan sikap (sikap ilmiah). Sehingga peserta didik betul-betul mendapatkan kesempatan untuk belajar IPA.
Agar penilaian terhadap pembelajaran IPA di kelas dapat dilaksanakan dengan baik, setiap pihak yang peduli terhadap kualitas sekolah dan siswa di negeri ini harus berjuang bersama-sama untuk mengembangkan kemampuan menilai (assessment literacy). Orang yang mampu melakukan penilaian (assessment literates) adalah mereka yang memahami prinsip dasar penilaian. Pemahaman akan makna penilaian yang baik saja tidaklah cukup. Kita juga harus memahami bagaimana penilaian menghubungkan kualitas pembelajaran dengan upaya untuk mempertahankan alternatif penilaian yang seimbang. Kita harus patuh dan berupaya memenuhi standar yang ditetapkan, dan saling membantu jika penilaian yang dilakukan gagal memenuhi standard ini

A.    Pengertian Penilaian
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan (Trianto, 2010). Dalam istilah asingnya, penilaian adalah evaluation dan diperoleh kata indonesia evaluasi yang berarti menilai (tetapi dilakukan dengan mengukur terlebih dahulu). Kita tidak dapat mengadakan penilaian sebelum kita mengadakan pengukuran.
Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif. Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap seseuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif. Mengadakan evaluasi meliputi kedua langkah diatas, yakni mengukur dan menilai. Sedang Pengertian penilaian berdasarkan peraturan MENDIKNAS Nomor 20 Tahun2007 Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. 

Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan berdasarkan standar penilaian pendidikan yang berlaku secara nasional. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian dapat berupa ulangan dan atau ujian.

B.     Tujuan Penilaian
        Tujuan atau fungsi penilaian ada beberapa hal:
a)        Penilaian berfungsi selektif
Dengan mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian      terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunayai berbagai tujuan., antara lain:
·           Untuk memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu.
·           Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya
·           Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa
·           Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah, dan sebaliknya.
b)        Penilaian berfungsi diagnostik
Dengan mengadakan penilaian, sebernya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelmahan-kelmahanya. Dengan diketahui sebab-sebab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari untuk mengatasi.
c)        Penilaian berfungsi sebagai penempatan
Sistem yang baru yangkini banyak dipopulerkan dinegara barat, adalah sistem belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik berbentuk moul maupun paket belajar yang lain. Sebagai alasan dari timbulnya sistem ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap kemapuan individual. Setiap siswa sejak lahirnya telah membawa bakat sendiri-sendiri sehingga pelajaran akan lebih efektif apabila disesuaiakan dengan pembawaan yang ada. Akan tetapi diesebabkan karena keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan yang bersifat individual kadang-kadang sukar seali dilaksanakan. Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok . untuk dapat menentukan dengan pasti dikelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunkan untuk penilaian. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil penilaian yang sama, akan berada alam kelompok yang sama dalam belajar.
d)       Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan.
Fungsi keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana suatu program berhasil diterapkan. Telah disinggung pada bagian sebelum ini, keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan sistem administrasi.

C.    Aspek Penilaian
Tujuan IPA adalah menguasai pengetahuan IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga aspek dalam kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di bawah:
1. Penilaian Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA
2. Penilaian Keterampilan dan Proses
3. Penilaian karakter dan sikap (sikap ilmiah)
Penjelasan ketiga jenis penilaian tersebut di atas adalah sebagai berikut:

1. Penilaian Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan Konsep IPA
Penilaian pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap fakta,konsep, prinsip, dan hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalamkehidupan. Peserta didik diharapkan dapat menggunakan pemahamannyatersebut untuk membuat keputusan, berpartisipasi di masyarakat, danmenanggapi isu-isu lokal dan global.

2. Penilaian Keterampilan Proses
Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses.Penilaian proses IPA dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilanproses IPA dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan pengukuran,menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi. Di samping itu,peserta didik mulai diperkenalkan dengan kemampuan melakukan percobaansederhana dengan dua variabel atau lebih untuk menguji hipotesis tentanghubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih mengkomunikasikan hasilbelajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat, diskusi, presentasi, tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai keterampilan proses ilmiah, berikut adalahenam keterampilan dasar yang perlu dikuasai untuk peserta didik.
a. Observasi
Penilaian keterampilan melakukan observasi dinilai pada saat melakukanobservasi dalam rangka memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena alam menggunakan panca indera. Informasi yang diperoleh menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan, interpretasi, dan investigasi.
b. Komunikasi
Keterampilan berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan demonstrasi visual, baik secara tertulis maupun lisan.
c. Klasifikasi
Keterampilan melakukan klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan berbagaiobjek untuk mempermudah mempelajarinya, berdasarkan persamaan,perbedaan, dan saling keterkaitan obyek.
d. Pengukuran
Keterampilan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur standar untukmelakukan observasi secara kuantitatif, membandingkan, dan mengklasifikasikan, serta mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran meliputi penggaris,meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter, Higrometer, dan sebagainya.
e. Inferensi
Keterampilan melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar kita.Kemampuan ini dibutuhkan antara lain untuk menyusun hipotesis. Interpretasimenghubungkan pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat.
f. Prediksi
Keterampilan melakukan prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti daninferensi untuk memprediksi apa yang akan terjadi untuk menentukan reaksi yangtepat terhadap lingkungan.
g. Percobaan Sederhana
Keterampilan melakukan percobaan diawali dengan kemampuan menyusunpertanyaan,mengidentifikasi variabel, mengemukakan hipotesis, mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain percobaan, melakukan percobaan,mengumpulkan data, dan interpretasi data.
3. Penilaian sikap
Penilaian sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitusaja sesuatu sebagai kebenaran, ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang menyerah. Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan pendapat, menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga dilakukanmelalui pembelajaran IPA

D.    Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut:
a. Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta  didik  dan   jurnal.   Instrumen  yang  digunakan   untuk observasi,penilaian diri,dan penilaian antar peserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (ratingscale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera,baik secara langsungmaupun  tidak  langsung  dengan  menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlahindikator perilaku yang diamati.
Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan caramemintapesertadidikuntuk salingmenilaiterkaitdengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaianantarpeserta didik.
Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
b. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi  pengetahuan  melalui tes  tulis, tes lisan, dan penugasan.
·         Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda,isian,jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian .Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
·         Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
·         Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
c. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu  kompetensi tertentu  dengan  menggunakan  tes  praktik, projek, dan penilaian portofolio.Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapirubrik.
·         Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitasatau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
·         Projek adalah tugas-tugas belajar (learningtasks) yang meliputi kegiatan perancangan,   pelaksanaan,   dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
·         Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara  menilai kumpulan  seluruh  karya  peserta  didik  dalam bidang    tertentu   yang   bersifat   reflektif-integratif   untuk mengetahui      minat,    perkembangan,    prestasi,    tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
E.     Syarat menyusun  alat penilaian
       Membuat pertanyaan tes (alat evaluasi) tidak mudah, sebab tes/pertanyaan merupakan alat untuk melihat perubahan kemampuan dan tingkah laku siswa setelah ia menerima pengajaran dari guru/pengajar di sekolah. Alat evaluasi yang salah, akan menggambarkan kemampuan dan tingkah laku yang salah pula. Oleh karena itu teknik penyusunan alat evaluasi penting dipertimbangkan agar memperoleh hasil yang objektif.
       Beberapa syarat dan petunjuk yang perlu diperhatikan dalam menyusun alat evaluasi, ialah:
1.    Harus menetapkan dulu segi-segi apa yang  akan dinilai, sehingga betul-betul terbatas serta dapat memberi petunjuk bagaimana dan dengan alat apa segi tersebut dapat kita nilai.
2.    Harus menetapkan alat evaluasi yang betul-betul valid dan reliable, artinya taraf ketetapan dan ketetapan tes sesuai dengan aspek yang akan dinilai.
3.    Penilaian harus objektif, artinya menilai prestasi siswa sebagaimana adanya.
4.    Hasil penilaian tersebut harus betul-betul diolah dengan teliti sehingga dapat ditafsir berdasarkan kriteria yang berlaku.
5.    Alat evaluasi yang dibuat hendaknya mengandung unsure diagnosis, artinya dapat dijadikan bahan untuk mencari kelemahan siswa belajar dan guru mengajar.

F.  Prinsip Penilaian
1.      Sahih
Penilaian hasil belajar oleh pendidik harus mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam standar isi (standar kompetensi dan  kompetensi dasar) dan standar kompetensi lulusan. Penilaian valid berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.
2.      Objektif
Berati penilaian berbasis pada standar (prosedur daan kriteria yang jelas) dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai. Agar penilaian objektif, seorang guru harus berupaya secara optimal untuk memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dari sejumlah penilaian dan  membuat keputusan  yang adil tentang penguasaan kompetensi peserta didk dengan mempertimbangkan hasil kerja peserta didik.
3.      Terpadu
Berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester dan ujian kenaikan kelas.
4.      Ekonomis
Berati penilaian yang efesien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya.
5.      Transparan
Berarti prosedur penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya serta dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepantingan.
6.      Akuntabel
Berati penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur dan hasilnya.
7.      Sistematis
Berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
8.      Beracuan kriteria
Penilaian hasil belajar oleh guru didasarkan pada standar penilaian dan ukuran pencapain kompetensi yang telah ditetapkan.
9.        Menyeluruh/kmprehensif
Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan berbagai macam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensiatau kemampuan peserta didik sehingga tergampar kemampuan peserta didik.
10.    Mendidik
Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses prmbelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik.

G.     Standar Penilaian Pendidikan Ipa
Penilaian pembelajaran IPA di sekolah hendaknya mengacu pada suatu standar yang ditetapkan baik secara nasional maupun internasional. National Research Council dalam National Committee on Science Education Standards and Assessment (1996), telah menetapkan National Science Education Standards (NSES), suatu standar bagi pendidik dalam menilai pendidikan IPA di semua level pendidikan. Standar nasional pendidikan IPA versi NRC ini berisi standar konten IPA, standar pedagogi dalam mengajar IPA, standar  profesi, standar program, standar asesmen, dan standar sistem. Mutu pendidikan IPA yang baik, harusmemenuhi semua standar tersebut.
Penilaian standar memberikan kriteria untuk menilai kemajuan menuju visi pendidikan IPA pada literasi sains untuk semua. Standar yang menggambarkan kualitas praktek penilaian yang digunakan oleh guru dan lembaga pemerintah untuk mengukur prestasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar IPA. Panduan untuk mengembangkan penilaian, praktek, dan kebijakan. Standar ini dapat diterapkan untuk penilaian siswa, guru, program formatif dan sumatif, dan penilaian eksternal. Sebagai mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains.
Latar belakang disusunnya Standar pendidikan IPA ini adalah karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap IPA bukan hanya sekedar ilmu tetapi sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk bertahan hidup (NRC, 1996). Standar penilaian menyediakan kriteria untuk menentukan kualitas  praktik-pratik penilaian. Standar penilaian meliputi lima bidang sebagai berikut:
1. Konsistensi penilaian dengan suatu keputusan merupakan desain untuk informasi
2. Penilaian prestasi dan kesempatan untuk belajar sains
3. Mencocokkan antara kualitas teknis dari kumpulan data dan konsekuensi tindakan yang perlu dilakukan berbasis data tersebut
4.  Kejujuran dalam praktik penilaian
5. Ketepatan penarikan kesimpulan berdasarkan penilaian tentang prestasi siswa dan kesempatan untuk  belajar.
Dalam visi yang dijelaskan oleh National Science Education Standards, penilaian adalah mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains. Standar penilaian  menyediakan siswa dengan umpan balik tentang seberapa baik mereka memenuhi harapan, guru dengan umpan balik tentang seberapa baik siswa mereka belajar, sekolah dengan umpan balik tentang efektivitas guru dan program mereka, dan pembuat kebijakan dengan umpan balik tentang seberapa baik kebijakan bekerja. Umpan balik ini pada gilirannya merangsang perubahan kebijakan, memandu pengembangan profesional guru, dan mendorong siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang IPA.

2.7.2.  Perubahan Fokus Standar Penilaian
Berdasarkan National Science Education Standard in the  United States (National Research Council, 1996)  perubahan fokus yang terjadi pada standar penilaian adalah sebagai berikut
Tabel 2.1 Perubahan Fokus Standar Penilaian
Hal yang Dikurangi
Hal yang Diutamakan
Menilai yang mudah diukur 
Menilai yang paling berharga
Menilai pengetahuan yang memiliki
ciri yang  jelas
Menilai pengetahuan yang kaya
dan berstruktur baik
Menilai pengetahuan yang bersifat ilmiah
Menilai pemahaman dan pemikiran 
Ilmiah
Menilai untuk mempelajari apa
yang tidak dipahami siswa
Menilai untuk mempelajari apa
yang dipahami siswa
Hanya melakukan penilaian atas pencapaian 
Menilai pencapaian dan peluang untuk belajar
Penilaian akhir dilakukan oleh guru 
Siswa terlibat dalam penilaian yang 
sedang berlangsung atas hasil kerjanya dan hasil kerja temannya
Pengembangan penilaian eksternal hanya oleh ahli
Guru terlibat dalam pengembangan penilaian eksternal

Proses penilaian adalah alat yang efektif  untuk mengkomunikasikan harapan  sistem pendidikan IPA untuk semua pihak yang terkait dengan pendidikan IPA. Praktek penilaian dan kebijakan memberikan definisi operasional  apa yang penting untuk dilakukan. Misalnya, penggunaan  dari proses penyelidikan/inquiri untuk penilaian  tugas siswa dari apa yang sedang dipelajari, bagaimana guru mengajar, dan dimana sumber daya  yang harus dialokasikan.
Penilaian adalah sistematis, proses tahapan yang melibatkan pengumpulan dan interpretasi data pendidikan. Standar penilaian meliputi empat komponen dapat dikombinasikan dalam berbagai cara. Misalnya, guru menggunakan data prestasi siswa untuk merencanakan dan memodifikasi praktik pengajaran. Berbagai kegunaan, pengguna, metode, dan data berkontribusi terhadap kompleksitas dan pentingnya penilaian proses.

H.    Rubik dan Contoh Penilaian
Menurut Abdul Majid (2013) Rubrik penilaian merupakan kunci penskoran yang menggambarkan berbagai tingkat kualitas kemampuan dari yang sempurna  sampai yang kurang untuk menilai satu tugas , keterampilan proyek, esai , laporan penelitian atau kinerja spesifik.
Rubrik merupakan panduan penilaian yang menggambarkan kriteria yang diinginkan guru dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil pekerjaan siswa  Rubrik perlu memuat daftar karakteristik yang diinginkan yang perlu ditunjukkan dalam suatu pekerjaan siswa disertai dengan panduan untuk mengevaluasi masing-masing karakteristik tersebut.
Rubrik merupakan pedoman kerja untuk siswa dan guru. Idealnya rubrik diberikan kepada siswa sebelum tugas dilakukan agar siswa memahami kriteria yang digunakan untuk menilai hasil kerja mereka.
Menurut Abdul Majid (2013) Keuntungan yang dapat diperoleh bila guru menggunakan rubrik diantaranya :
1.      Guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan fokus, penekanan, dan perhatian pada rincian tertentu sebagai modal pengetahuan untuk siswa
2.      Siswa mempunyai pedoman yang jelas mengenai apa yang diharapkan guru
3.      Siswa dapat menggunakan rubrik sebagai alat untuk mengembangkan kemampuannya
4.      Guru dapat menggunakan kembali rubrik  tersebut untuk berbagai kegiatan berikutnya yang sejenis.


Menurut Abdul Majid (2013) Contoh Rubrik Laporan Percobaan (Karya siswa )
Rubrik  Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas                           : VII
Materi Pelajaran          :Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Kriteria
Sempurna
Baik
Cukup
Kurang
Skor
4
3
2
1
Tujuan
Ditulis dengan rinci, Terkait erat dengan topik yang ditugaskan
Ditulis dengan kalimat baku, terkait dengan tugas yang ditugaskan
Ditulis kurang fokus, kalimat tidak baku, sebagian tidak terkait dengan topik yang ditugaskan
Ditulis Kurang spesifik, Kalimat tidak baku, tidak terkati dengan topik yang ditugaskan

Alat dan Bahan
Mencantumkan semua alat dan bahan yang di perlukan percobaan
Mencantumkan sebagian besar alat dan bahan yang di perlukan percobaan
Mencantumkan sebagian kecil alat dan bahan yang di perlukan percobaan
Tidak Mencantumkan alat dan bahan yang di perlukan percobaan

Langkah Kegiatan
Langkah kegiatan lengkap, urut dan rinci
Langkah kegiatan lengkap, dan urut
Langkah kegiatan tidak lengkap, dan tidak urut
Tidak Langkah kegiatan


Data dan analisis Data
Data di tabulasi secara logis dan dianalisis dengan tepat dan rinci
Data di tabulasi secara logis dan dianalisis dengan tepat
Data di tabulasi sembarangan dan dianalisis kurang tepat
Data tidak tabulasi secara logis dan tidak dianalisis

Kesimpulan
Ditulis berdasarkan hasil analisis dan akurat
Ditulis berdasarkan analisis
Ditulis tidak berdasarkan hasil analisis
Tidak ada kesimpulan


Contoh Penilaian Laporan Percobaan (Karya siswa )
Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas                           : VII
Materi Pelajaran          :Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Judul                           : Hasil Laporan Mengamati Petumbuhan Tumbuhan Kacang
  Hijau

No
Nama
Kriteria
Skor
Prediket
Tujuan
Alat Dan Bahan
Langkah Kegiatan
Data dan
Analisis Data
Kesimpulan
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
 1
 Susi



 √


 √



 √




 √



 √
90
SB
 2
 Andi


 √




 √
 √



 √



 √



50
K
 3
 Riri



 √



 √




 √


 √



70
B
 4
Dst






















Keterangan
1.      Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai x  jumlah kriteria. Dari
contoh di atas skor maksimal = 4 x 5 = 20
2.      Nilai          = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100
= 18/20 x 100 = 90
3.      Nilai dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut: 
SB  = Sangat Baik  = 80 – 100 
B  = Baik  = 70 – 79 
C  = Cukup  = 60 - 69
K  = Kurang  = < 60

Rubrik Penilaian :
Rubrik  Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas                           : VII
Materi Pelajaran          : Asam dan Basa
No
Kriteria
Skor (1-4)
1
Prosedur kerja
·         Jika selalu melakukan percobaan sesuai dengan prosedur kerja yang benar
·          Jika Kadang siswa banyak bekerja sama kadang tidak bekerja sama
·         Jika hanya melakukan sedikit prosedur yang benar
·         Jika tidak melakukan sesuai dengan prosedur

4

3

2
1
2
Ketepatan memilih alat dan bahan
·         Jika selalu memilih alat dan bahan yang tepat sesuai dengan petunjuk kerjanya
·         Jika sebagian besar memilih alat dan bahan dengan tepat sesuai dengan petunjuk kerja
·         Jika hanya sedikit saja yang tepat dalam memilih alat dan bahan yang sesuai dengan petunjuk kerja
·         Jika pemilihan alat dan bahan tidak tepat sama sekali

4

3

2

1
3
Pengamatan
·         Mengamati semua variabel dan mendapatkan data yang tepat
·         Jika sebagaian variabel diamati namun hasil tidak tepat
·         Jika hanya sedikit variabel yang diamati dan hasil kurang tepat
·         Jika tidak melakukan pengamatan

4                          3
2
1
4
Penyusunan laporan
·         Jika laporan disusun dengan sistematis dan tepat kesimpulanya
·         Jika laporan dibuat dengan sistematis namun kesimpulan kurang tepat
·         Jika laporan dibuat kurang sistematis dan kesimpulan kurang tepat
·         Jika hasil laporan tidak sistematis dan tidak tidak tepat
4
3

2

1

Contoh Penilaian Percobaan
Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Judul                           : Percobaan Mengidentifikasi Asam dan Basa
Kelas                           : VII
No
Nama
Prosedur Kerja
Ketepatan memilih alat dan bahan
Pengamatan
Penyusunan laporan
Skor
Prediket
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
 1
 Susi



 √


 √



 √




 √
 87,5
SB
 2
 Andi
 √



√ 






 √



 √
 62,5
 C
 3
 Riri



 √



 √




 √


 81,25
 SB
 4
Dst


















Keterangan
1.      Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai x  jumlah kriteria. Dari
contoh di atas skor maksimal = 4 x 4 = 16
2.      Nilai          = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100
= 10/16 x 100 = 62,5
3.      Nilai dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut: 
SB  = Sangat Baik  = 80 – 100 
B  = Baik  = 70 – 79 
C  = Cukup  = 60 - 69
K  = Kurang  = < 60


MARI KITA DISKUSIKAN:
1.      Penilaian biasanya di lakukan oleh guru. Bagaimana dengan penilaian oleh teman sebaya? Bisakah itu diterapkan? Bagaimana caranya?
2.      Apakah hasil akhir dari sebuah penilaian harus selalu baik? Bagaimana jika tidak?
3.      Pada proses pembelajaran yang paling susah untuk di nilai adalah nilai afektif dan psikomotor. Bagaimana pendapat Anda untuk melaksanakan penilaian yang terbaik pada kedua penilaian itu?




Daftar Pustaka

Cahyanto, I. 2016. Bentuk Penilaian Hasil Belajar. WWW.academia.edu/5129154/Bentuk_Penilaian_Hasil_Belajar. Diakses tanggal 13 September 2016
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Sistem Penilaian KTSP. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA
Kuswanto, H. (2008). Penilaian Pembelajaran IPA.  [online]. Diakses dari staff.uny.ac.id/sites/.../PENILAIAN%20PEMBELAJARAN%20IPA_0.pdf
National Research Council. (1996). National Science Education Standards. Washington D.C. : The National Academies Press
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian pendidikan
Stiggins, R.J. (1994). Student- Centered Classroom Assessment. New York : Macmillan College Publishing Company
Sumber : PERATURANMENTERIPENDIDIKANDANKEBUDAYAAN REPUBLIKINDONESIA NOMOR 66TAHUN2013 TENTANG STANDARPENILAIANPENDIDIKAN
Uno, B Hamzah.2013.Assesment Pembelajaran.Jakarta:Bumi Aksara