Model Pembelajaran Kontekstual dan
Kolaboratif
Ada berbagai macam model pembelajaran yang digunakan oleh
guru-guru kontemporer, ada yang selalu memperbaharui model dan ada pula yang
tetap sama (no change). Berikut kita akan membahas 2 model pembelajaran, yaitu
Model Pembelajaran Kontekstual dan Kolaboratif.
A.
Model Pembelajaran Kontekstual
1.
Pengertian
Menurut
Ngalimun (2013) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai
dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka dan negoisasi) yang
terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily
life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan
disajikan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret dan
suasana menjadi kondusif, nyaman dan menyenangkan. Prinsip pembelajaran
kontekstual adalah aktivitas siswa; siswa melakukan dan mengalami; tidak hanya
menonton dan mencatat; dan pengembangan kemampuan sosialisasi.
2.
Indikator
Ada 7 indikator
pembelajaran kontekstual sebagai pembeda dengan model lainnya, yaitu:
·
Modeling (pemusatan
perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk,
rambu-rambu dan contoh)
·
Questioning (eksplorasi,
membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri dan
generalisasi)
·
Learning Community (seluruh siswa berpartisipatif dalam belajar
kelompok atau individual, minds-on
hands-on, mencoba dan mengerjakan)
·
Inquiry
(identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi dan menemukan)
·
Constructivism (membangun
pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis)
·
Reflection (review,
rangkuman dan tindak lanjut)
·
Authentic Assesment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran,
penilaian terhadap setiap aktivitas siswa, penilaian portofolio, penilaian
seobjektif-objektifnya dari berbagai aspek dengan berbagai cara).
3.
Langkah-Langkah Pembelajaran Kontekstual
v Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara
bekerja sendiri, menemukan
sendiri dan mengkonstruksikan sendiri pengetahuan dan
keterampilan barunya.
v Laksanakan sejauh
mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
v Kembangkan sifat ingin
tahu siswa dengan bertanya.
v Ciptakan masyarakat
belajar (belajar dalam kelompok-kelompok)
v Hadirkan model sebagai
contoh pembelajaran.
v Lakukan refleksi di
akhir penemuan.
v Lakukan penilaian yang
sebenarnya dengan berbagai cara
B.
Model Pembelajaran Kolaboratif
1.
Pengertian
Gokhale mendifinisikan
bahwa Collaborative Learning adalah metode pengajaran di mana siswa dalam satu
kelompok yang bervariasi tingkat kecakapannya bekerjasama dalam kelompok kecil
yang mengarah pada tujuan bersama. Keohane berpendapat bahwa kolaborasi adalah
bekerja bersama dengan yang lain, bekerja dalan bagian satu tim dan didalamnya
bercampur satu kelompok menuju keberhasilan bersama.
Belajar kolaboratif
menuntut adanya modifikasi tujuan pembelajaran dari yang semula sekedar
penyampaian informasi menjadi konstruksi pengetahuan oleh individu melalui
belajar kelompok. Dalam belajar kolaboratif, tidak ada perbedaan tugas untuk masing-masing
individu, melainkan tugas itu milik bersama dan diselesaikan secara bersama
tanpa membedakan.
Lalu apa yang
membedakan Model Pembelajaran Kolaboratif dan Model Pembelajaran Kooperatif???
2.
Tujuan Model Pembelajaran Kolaboratif
Tujuan
dari pembelajaran kolaboratif, yaitu:
·
Memaksimalkan proses
kerjasama yang berlangsung secara alamiah di antara para siswa.
·
Menciptakan lingkungan
pembelajaran yang berpusat pada siswa, kontekstual, terintegrasi dan bersuasana
kerjasama.
·
Menghargai pentingnya
keaslian, kontribusi dan pengalaman siswa dalam kaitannya dengan bahan
pelajaran dan proses belajar.
·
Memberi kesempatan
kepada siswa menjadi partisipan aktif dalam proses belajar.
·
Mengembangkan berpikir
kritis dan ketrampilan pemecahan masalah.
·
Mendorong eksplorasi
bahan pelajaran yang melibatkan bermacam-macam sudut pandang.
·
Menghargai pentingnya
konteks sosial bagi proses belajar.
·
Menumbuhkan hubungan
yang saling mendukung dan saling menghargai di antara para siswa; dan di antara
siswa dan guru.
·
Membangun semangat
belajar.
3.
Langkah-langkah Model Pembelajaran Kolaboratif
Berikut
ini langkah-langkah pembelajaran kolaboratif:
v Para siswa dalam kelompok menetapkan tujuan belajar
dan membagi tugas sendiri-sendiri.
v Semua siswa dalam kelompok membaca, berdiskusi dan
menulis
v Kelompok kolaboratif bekerja secara bersinergi
mengidentifikasi, mendemonstrasikan, meneliti, menganalisis dan memformulasikan
jawaban-jawaban tugas.
v Setelah kelompok kolaboratif menyepakati hasil
pemecahan masalah, masing-masing siswa menulis laporan sendiri-sendiri secara
lengkap.
v Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak
(selanjutnya diupayakan agar semua kelompok dapat giliran) untuk melakukan
presentasi hasil diskusi kelompok kolaboratifnya di depan kelas, siswa pada
kelompok lain mengamati, mencermati, membandingkan hasil presentasi tersebut
dan menanggapi. Kegiatan ini dilakukan selama lebih kurang 20-30 menit.
v Laporan siswa terhadap tugas.
v Laporan siswa dikoreksi, dikomentari, dinilai,
dikembalikan pada pertemuan berikutnya dan didiskusikan.
So,mari kita diskusikan hal-hal berikut:
bagaimana cara menentukan model pembelajaran
yang tepat?
kapan kita perlu menggunakan model-model
pembelajaran ini?
Dimanakah posisi guru dalam proses model
pembelajaran ini?
Apa model
pembelajaran yang kalian gunakan sekarang?
Ngalimun. 2013. Strategi dan Model Pembelajaran. Banjarmasin:
Aswaja Pressindo.
https://www.duniapembelajaran.com/2014/07/model-pembelajaran-kontekstual.html
https://kurniawanbudi04.wordpress.com/2013/05/27/collaborative-learning/
Baikalah saya akan menanggapi pertanyaan no 3, dimana psosisi seorang guru itu sebagai fasilitator, pengontrol, mengawasi, membimbing dan memberikan inovasi terbarukan supaya siswa tidak mudah jenuh maupun bosan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang menggunakan kedua model diatas tersebut.
BalasHapusYa, terimakasih atas tanggapannya pak roni
HapusSaya juga mempunyai pemikiran yang sama, dimana setiap penggunaan model pembelajaran baik kontekstual atau kolaboratif guru tetap mempunyai beban kerja yang sama sesuai dgn tujuan dari pembelajaran. Jadi jgn sampai kita salah apersepsinya bahwa menggunakan model itu mempermudah tetapi harus di perhatikan juga prosesnya
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ibuk yang nomor 2 .
BalasHapusModel pembelajaran kontekstual sangat baik di gunakan pada saat apersepsi dn memberi contoh
Sedangkan model pembelajaran kolaboratif baik digunakan pada saat berdiskusi. Sekian buk
Terimakasih tanggapannya bu wilda.
HapusJadi bolehkah kita menggunakan kedua2 model ini dalam satu tatap muka? Bagaimana pendapat anda?
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1
BalasHapusBagaimana cara menentukan model yg tepat?
Menurut saya dpt dilihat dr materi yg akan d ajarkan dan kondisi dan jenjang pendidikan. Contohnya pada pergeluruan tinggi cocok digunakan model kolaboratif yg dmn model tsb bersifat kerjasama dlm memecahkan masalah. Terimakasih
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusPertanyaan nomor satu dan dua sangat menarik, jawaban atas dua pertanyaan ini adalah
BalasHapus1. memperhatikan karakteristik materi, setiap materi memiliki perbedaan dalam segi prasyarat, kompleksitas, keterkaitan dengan materi lain, kesinambungan , tingkat kesukaran, materi esensial. Sehingga model digunakan untuk materi yang sesuai.
Pertanyaan nomor 4, saya menggunakan model pembelajaran yang menerapkan pendekatan scientific,. Kolaborasi merupakan salah satu kecakapan abad 21 yang harus dilatih dalam pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan dalam kehidupan(pembelajaran bermakna). Sehingga pembelajaran kontekstual dan kolaboratif terintergrasi dalam pembelajaran scientific kurikulum 2013.
Terimakasih bu Novri,
HapusWah kalau penggunaan pendekatan scientific di kelas ibu, adakah masalah-masalah yang timbul selama proses pembelajaran?
masalah yang di alami saat pembelajaran adalah mengawasi pelaksanaan praktikum. karena karakteristik siswa yang berbeda maka perlu adanya penguasaan kelas yang baik
HapusItu juga yg saya alami bu
HapusSaya mau menanggapi pertanyaan yang "dimanakah posisi guru dlam proses pembelajaran ini"
BalasHapusPosisi guru adalah pemimpin jalan nya diskusi.
Terimakasih tanggapannya bu
Hapusposisi guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator
BalasHapusBagaimana batas fasilitator itu bu?
Hapussaya akan menanggapi pertanyaan no 1 tentang cara menentukan model pembelajaran yang tepat yaitu dengan mempertimbangkkan materi yang diajarakan sebelum menentukan model pembelajaran dan jenjang pendidikan juga sangat di perhatikan.
BalasHapusTerimakasih untuk informasinya bu
HapusArtikel yang sangat menarik. Menanggapi pertanyaan no 3.dimanakah posisi guru dalam proses model pembelajaran ini? Guru sebagai fasilitator.
BalasHapusFasilitator yg peserti apakah bu?
HapusAssalmu alaikum. Baik saya akan membahas soal nomor 1, saya sangat setuju pendapat di atas, terutama pendapat selvi, cara mencocokkan model, kita harus mengetahui karakteristik materi ajar
BalasHapusYa saya sependapat dengan ibu
Hapusposisi seorang guru disini hanya lah sebagai fasilitator dan juga sebagai pemimpin jalannya diskusi
BalasHapusTerimakasih informasinya
Hapus